Talkshow Inovasi Litbangyasa LAPAN dalam Ritech Expo ke-22 di Makassar
By admin, 16 Aug 2017
Masih dalam serangkaian acara kegiatan Ritech expo 2017, Pusat Teknologi Satelit mendapat kesempatan memberikan pemaparan tentang hasil penelitian, pengembangan dan perekayasaa (litbangyasa) satelit yang saat ini dikembangkan oleh LAPAN. Acara tersebut dikemas dalam dialog interaktif atau talkshow hasil inovasi litbangyasa LAPAN di gedung Wisma Negara, Center Point of Indonesia , Makassar pada 12 Agustus lalu. Diskusi interaktif ini menghadirkan Sutan Takdir Ali Munawar (Kepala Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare), Agus Bayu Utama (Kepala Bidang Diseminasi Pusat Teknologi Penerbangan), Suaydhi (Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer), Unggul Satrio Yudhotomo Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) dan Jasyanto (Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN).

Pemaparan mengenai litbangyasa LAPAN, khususnya Pusteksat itu sendiri dilakukan oleh pelaksana harian (plh) Kepala Bidang Diseminasi Pusteksat, Unggul Satrio Yudhotomo. Di awal penyampaiannya, Unggul terlebih dahulu memperkenalkan Pusteksat sebagai salah satu satuan kerja LAPAN yang menjalankan tugas melakukan penelitian, pengembangan dan perekayasaan di bidang teknologi satelit. Berakitan dengan kewajiban tersebut, Ia kemudian menjelaskan tentang pembangunan satelit melalui roadmap satelit LAPAN, yang didalamnya mencakup pengembangan dua jenis satelit, yakni satelit experimental dan satelit operasional. Satelit eksperimental sendiri terdiri dari 5 generasi yakni Satelit LAPAN-A1/LAPAN-TUBSAT, LAPAN-A2/LAPAN-Orari, LAPAN-A3/LAPAN-IPB,. Ke tiga generasi satelit tersebut masih terus diteliti dan dikembangkan untuk dua generasi berikutnya dalam satelit eksperimental LAPAN, yakni satelit LAPAN-A4 dan LAPAN-A5.

Pusteksat, LAPAN dan selutuh bangsa Indonesia memiliki tugas untuk terus belajar dan berkembang. Begitu juga dengan hasil litbangyasa satelit LAPAN ini. Setelah pengembangan satelit eksperimental yang dijelaskan tersebut, dalam roadmap tersebut dijelaskan mengenai pengembangan generasi satelit berikutnya, menuju satelit operasional. Melalui talkshow tersebut, Unggul menjelaskan pula mengenai karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing satelit LAPAN yang sudah berhasil meluncur, dan saat ini berada dalam orbit bumi. Tentu hal tersebut menarik perhatian dari para pengunjung, khususnya penonton dalam dialog interaktif tersebut, ditandai dengan banyaknya respon melalui pertanyaan-pertanyaan.


Beberapa pertanyaan yang diajukan, diantaranya mengenai tahapan-tahapan dalam pembuatan satelit. Pertanyaan dari Sabirin yang merupakan mahasiswa Universitas Hasanuddin tersebut dijawab dengan penjelasan dari Unggul, meliputi penentuan misi satelit, perencanaan konsep desain, AIT (assembly, Integration and Test), hingga peluncuran dan LEOP (Launch and Early Orbit Phase). Selain pertanyaan itu, ada pula pertanyaan yang dilontarkan oleh Ella, salah satu pengunjung Ritech Expo, 2017, tentang bagaimana daya satelit tetap cukup, atau mampu melakukan misinya. Misalnya dengan tidak mengaktifkan alat yang berkaitan dengan misi-misi satelit secara bersamaan, karena seperti kita ketahui, masing-masing satelit biasanya membawa beberapa misi. Manajemen power supply tersebut berkaitan pula dengan pemeliharaan satelit itu sendiir, dalam rangka meminimalisir kerusakan dan memperpanjang umur satelit tersebut.

Di luar pertanyaan , Plh Kabid Diseminasi Pusteksat juga menyampaikan tentang aplikasi satelit yang telah dimanfaatkan, anatar lain untuk pemantauan terumbu karang Raja Ampat (Papua Barat) yang ditabrak kapal pesia Caledonian Sky. Pemanfaatan lainnya yakni untuk pemantauan lahan pertanian, kebakaran hutan, serta komunikasi radio. Sambil menjelaskan, Unggul menunjukkan salah satu hasil pencitraan satelit milik LAPAN ini yaitu wilayah kota Makassar. Sebelum sesi Pusteksat dalam talkshow tersebut, terlebih dahulu materi disampaikan oleh Sutan Takdir Ali Munawar (Kepala Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare), Agus Bayu Utama (Kepala Bidang Diseminasi Pusat Teknologi Penerbangan), Suaydhi (Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer), Unggul Satrio Yudhotomo yang mewakili Pusteksat dalam puncak talkshow. Pameran Ritech Expo ke-22 menampilkan produk-produk inovasi karya para peneliti dari berbagai Kementrian/Lembaga, Balitbangda, Perguruan Tinggi, komunitas dan kalangan industri serta innovator. Ditampilkan pula demo produk hasil inovasi, demo sains, temu bisnis, serta lomba fotografi dan video. Ritech Expo berlangsung tanggal 10-13 Agustus 2017 di Wisma Negara, Center Point of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan.