Berita

Layanan Teknologi


Progres SS-1 Capai 70 Persen, Pusteksat dan Surya University Gelar Pertemuan dengan Jaxa
Penulis Berita : Desy • Fotografer : edrbgr • 20 May 2019 • Dibaca : 1063 x ,

Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) bersama Surya University menggelar pertemuan dengan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Senin 20 Mei 2019. Pertemuan ini digelar di ruang rapat utama Pusteksat Jalan Cagak Satelit No 8 KM 0,4 Rancabungur Bogor.

Pertemuan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana progres pengerjaan satelit nano atau cubesat Surya Satellite-1 (SS-1). Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Diseminasi Pusteksat, Wahyudi Hasbi saat membuka acara.

“Pertemuan kita pada hari ini untuk mengetahui progress SS-1,” tuturnya.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut Rektor Surya University, Lindawati. Menurutnya, pertemuan ini sangatlah penting karena proyek yang sedang dikerjakan mahasiswa Surya University akan menjadi satelit mikro pertama karya anak bangsa yang akan mengangkasa.

“Saya harap melalui rapat ini Satelit SS-1 bisa meluncur sesuai tenggat waktu,” ucap Lindawati.

Sementara itu perwakilan Tim SS-1, Zulfa menjelaskan, Surya Satellite-1 merupakan komitmen dan bukti bahwa Indonesia mampu membuat satelit sendiri. Keberadaan satelit sangat dibutuhkan di Indonesia mengingat wilayahnya yang begitu luas.

“Oleh karenanya saya mewakili tim sangat berterimakasih kepada Jaxa dan LAPAN khususnya Pusteksat yang telah memfasilitasi serta membimbing kami,” tukasnya.

Dijelaskan Zulfa, saat ini progres SS-1 sudah mencapai 70 persen. Rencananya Surya Satellite-1 akan diluncurkan pada akhir 2019.

“Strukturnya sudah selesai, system antennanya juga berfungsi, APRS berfungsi, data dan powernya juga berjalan dengan baik. Kita juga sudah melakukan thermal vacuum testing. Sementara yang belum itu vibration testing,” terangnya.

Setelah itu, perwakilan Jaxa diajak berkeliling ke beberapa fasilitas Pusteksat. Namun sebelumnya, Kabidis Pusteksat, Wahyudi Hasbi menjelaskan secara singkat mengenai satelit-satelit yang telah dibuat LAPAN. Termasuk satelit LAPAN A4 yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Kita punya satelit A1 yang bekerjasama dengan TU Berlin. Satelit ini bertahan hingga 11 tahun menggunakan kamera buatan jepang yang dimodifikasi. Untuk satelit A2 memiliki muatan AIS (automatic identification system), APRS (Automatic Packet Reporting System ), VR (voice repeater) yang berfungsi untuk kebencanaan. Satelit selanjutnya yaitu A3 bekerjasama dengan IPB. Satelit ini berfungsi untuk memantau wilayah pertanian, vegetasi, serta medan magnet bumi. Ketiganya diluncurkan di India karena harga peluncurannya yang murah. Ketiga satelit ini masih berfungsi. Kita juga sedang mengerjakan LAPAN A4, dengan muatan bolometer dan beratnya sekita 150 kg,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Pusteksat, Mujtahid; Kabid Progfas Pusteksat, Abdul Karim; Tim SS-1; Wakil Rektor Surya University; serta perwakilan Jaxa, Masayuki dan Tetsuro.

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL