Berita

Layanan Teknologi


Pusteksat dan IPB Diharapkan Punya Ikatan Batin
Penulis Berita : Desy • Fotografer : Desy • 04 Apr 2019 • Dibaca : 743 x ,

Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) diharapkan memiliki ikatan batin. Terlebih sebelumnya kedua belah pihak telah menjalin kerjasama dalam proyek satelit LAPAN A3/LAPAN IPB.

Hal itu disampaikan Dosen IPB, Machmud A. Raimadoya saat berkunjung ke Pusteksat di Jalan Cagak Satelit No 8 KM 0,4 Rancabungur, Bogor, Kamis 4 April 2019. Kunjungan ini juga diikuti oleh 80 mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.

“Saya ingin setiap tahun mahasiswa IPB melakukan kunjungan ke Pusteksat karena tempatnya sangat dekat. Dengan begitu antara Pusteksat dan IPB memiliki ikatan batin yang kuat,” ujarnya saat memberikan sambutan di Gedung Serba Guna Pusteksat.

Machmud mengaku sudah mengikuti perkembangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sejak dirinya masih siswa sekolah dasar. Menurutnya perkembangan teknologi keantariksaan Indonesia tidak kalah pesat dengan negara lain. Hanya saja Indonesia sempat mengalami ketidakstabilan politik sehingga mempengaruhi perjalanan LAPAN.

“Dulu LAPAN berdiri saat saya masih SD. Melihat perkembangannya cukup pesat, cuma karena politik saat itu akhirnya LAPAN tertahan,” tuturnya.

Terkait hal ini, lanjut Machmud, ia ingin mahasiswanya ikut mengambil peran dalam kemajuan teknologi keantariksaan. Salah satunya dengan menjadi peneliti atau perekayasa LAPAN.

Dalam kesempatan yang sama, Kabag Administrasi Pusteksat, Rinto Ferdian mengucapkan terimakasih kepada IPB yang tetap menjalin hubungan baik dengan Pusteksat. Ia pun memaparkan sejarah berdirinya LAPAN yang memiliki empat kedeputian.

“Kita juga sedang merencanakan pembangunan bandar antariksa di Biak, mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ujarnya.


Kegiatan kunjungan pun dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Leader Payload Satelit SAR, Dwiyanto. Ia menjelaskan tentang satelit Synthetic-Aperture Radar (SAR) yang memiliki banyak keunggulan. Salah satunya dapat melakukan penginderaan jauh selama 24 jam atau nonstop.

“Satelit SAR juga bisa menembus awan sehingga kontur permukaan tanah tetap dapat terlihat. Satelit SAR juga dapat memantau penurunan muka tanah,” tukasnya.

Setelah mendapat pemaparan terori, para siswa diajak berkeliling ke beberapa fasilitas Pusteksat, diantaranya Electronic Lab, Satellite Workshop, Assembly, Integration, and Test (AIT) Lab, serta Mission Control Centre (MCC) Building. 

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL