Berita

Layanan Teknologi


Pusteksat Miliki 25 Potensi HKI
Penulis Berita : Desy • Fotografer : Desy • 02 Apr 2019 • Dibaca : 454 x ,

Potensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) sangat banyak. Untuk itu setiap Peneliti dan Perekayasa harus mengembangkan potensi yang ada demi kemajuan Pusteksat.

Demikian disampaikan Kepala Pusteksat, Mujtahid saat membuka acara Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan oleh Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa (Pusispan). Acara ini berlangsung di Gedung Serba Guna Pusteksat Jalan Cagak Satelit No 8 KM 0,4 Rancabungur, Bogor, Selasa 4 April 2019 yang dihadiri oleh 40 Peneliti dan Perekayasa Pusteksat.

“Sebenarnya kegiatan sosialisasi HKI ini direncanakan sejak lama, tapi baru terealisasi sekarang. Karena di Pusteksat masih banyak anak mudanya jadi kesempatan pada hari ini harus dimaksimalkan. Apalagi potensi HKI kita sangat banyak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kapusispan, Yuliantini Erowati. Menurutnya, Pusteksat memiliki 25 potensi HKI dengan rincian tiga Hak Cipta, lima Desain Industri dan 17 Paten.

“Potensi HKI Pusteksat besar sekali, ada 25 mulai dari satelit A1 sampai satelit komunikasi. Oleh karenanya kami sengaja menggelar sosialisasi untuk mengembangkan keterampilan peneliti dan perekayasa tentang prosedur permohonan atau pendaftaran HKI,” terangnya.



Yuli mengungkapkan, hingga Desember 2018 HKI Pusteksat baru berjumlah 15 dengan rincian 10 untuk paten dan lima untuk Hak Cipta. Terbanyak ada di satuan kerja (satker) Pusat Teknologi Roket sebanyak 48 HKI.

“Kekayaan Intelektual itu banyak manfaatnya, bisa sebagai dasar dalam pelaksanaan komersialisasi atau lisensi. Bisa juga sebagai angka kredit bagi pemangku jabatan fungsional tertentu,” tuturnya.

Kasubdit Pemeriksaan Paten Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham, Dian Nurfitri menjelaskan, dalam satu produk penelitian banyak hal yang bisa dipatenkan, seperti nama atau merek, desain, fungsi dan lainnya. Pematenan yang termudah adalah nama atau merek. 

“Sangat disayangkan kalau hasil karya para peneliti dan perekayasa ini tidak dipatenkan, minimal namanya dulu yang diajukan biar bisa dikomersialisasi,” papar Dian.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL