Berita

Layanan Teknologi


Pusdikintel Kodiklat AD Kunjungi Pusteksat untuk Ketiga Kalinya
Penulis Berita : Desy • Fotografer : Desy • 28 Mar 2019 • Dibaca : 390 x ,

Pusat Pendidikan Intelejen (Pusdikintel) Kodiklat Angkatan Darat untuk ketiga kalinya berkunjung ke Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) di Jalan Cagak Satelit No. 8 KM 04 Rancabungur, Bogor, Kamis 28 Maret 2019. Sekitar 69 siswa bintara intel serta 25 siswa bintara interogator dan 15 orang pendamping tiba di satu-satunya kantor pemerintahan yang mengembangkan teknologi satelit pada pukul 08.30 WIB.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Pendidikan Bintara Pusdikintel Kodiklat AD, Letkol Inf Moechtar. Setibanya di Pusteksat, rombongan mendapat sambutan hangat dari Kepala Program dan Fasilitas Pusat Teknologi Satelit, Abdul Karim.

“Selamat datang di Pusteksat dan terimakasih telah kembali memilih Pusteksat sebagai tempat kunjungan,” ujar Karim saat memberikan sambutan di Gedung Serba Guna Pusteksat.

Dalam pemaparannya, Karim menjelaskan tentang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang memilik empat kompetensi utama yaitu Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Deputi Bidang Sain Antariksa dan Atmosfere serta Kajian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa. Pusteksat termasuk dalam Deputi bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa.

“Sebelumnya kami sudah meluncurkan tiga satelit, yaitu A1/LAPAN Tubsat, A2/LAPAN ORARI dan A3/LAPAN IPB. Untuk saat ini kami sedang mengembangkan satelit A4 yang sudah memasuki tahap Assembly, Integration and Test. Ditargetkan meluncur pada 2020 mendatang,” tuturnya.


Sementara itu, Komandan Satuan Pendidikan Bintara Pusdikintel Kodiklat AD, Letkol Inf Moechtar menyampaikan rasa suka citanya karena telah diterima dengan baik oleh Pusteksat. Moechtar sangat mendukung pengembangan teknologi satelit di Indonesia. Ia pun berharap ada kerjasama antara Pusteksat dengan TNI untuk membuat satelit pertahanan.

“Teknologi satelit tidak boleh disia-siakan, harus terus dikembangkan bahkan dikolaborasikan dengan sistem pertahanan negara. Teknologi satelit sangat berperan dalam pekerjaan kami, untuk itu saya berharap kita punya satelit khusus untuk pertahanan,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Group Leader Satelit Komunikasi yang juga Perekayasa Pusteksat, Mukhayadi menyatakan pembuatan satelit khusus pertahanan sangat dimungkinkan. Selain dapat mengetahui posisi kapal laut melalui Automatic Identification System (AIS), satelit dengan misi tertentu juga dapat digunakan untuk memantau daerah perbatasan.

“Untuk misi pertahanan yang kita punya saat ini ada AIS untuk memonitor perilaku kapal. Lebih khusus lagi, satelit bisa memantau wilayah perbatasan. Jadi patok perbatasan wilayah Indonesia dipasangi sensor, kalau patoknya digeser bakal ketahuan sama satelit. Sangat memungkinkan satelit jadi alat pertahanan,” tuturnya.



Setelah mendapat pemaparan teori tentang satelit, kegiatan kunjungan pun dilanjutkan dengan berkeliling ke beberapa fasilitas Pusteksat, seperti Electronic Lab, Satellite Workshop, Assembly, Integration, and Test (AIT) Lab, Satellite Workshop serta Mission Control Centre (MCC) Building.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL