Berita

Layanan Teknologi


Identifikasi Kebutuhan Komunikasi Satelit, Pusteksat Gelar FGD
Penulis Berita : edrbgr • Fotografer : edrbgr • 06 Mar 2019 • Dibaca : 12588 x ,

Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas “Identifikasi Kebutuhan Komunikasi Satelit”. Acara tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Pusteksat, Rabu 6 Maret 2019.

Diskusi ini bertujuan untuk membahas berbagai kebutuhan komunikasi satelit dari beberapa kementerian maupun lembaga yang digunakan dalam komunikasi kebencanaan.

FGD ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Teknologi Satelit, Mujtahid. Turut mendampingi Kepala Program dan Fasilitas Pusteksat, Abdul Karim; dan Kepala Diseminasi Pusteksat, Wahyudi Hasbi. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para peneliti dan perekayasa Pusteksat.

Adapun peserta lain dari berbagai kementerian/lembaga yang turut hadir diantaranya sebagai berikut:
1. Operasi Laut Badan Keamanan Laut (Bakamla);
2. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK);
3. Pemantau dan Operasi Armada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),
4. Pusat Instrumentasi, Kalibrasi dan Rekayasa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG);
5. Pusat Vulkanologi dan Mitgasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (PVMBG Kementerian ESDM);
6. Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT);
7. Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB);
8. Penataan Sumberdaya Kementerian Komunikasi dan Informatika;
9. Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI);
10. PT Telkomsat;
11. PT Inti;
12. Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN);
13. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Penerbangan dan Antariksa LAPAN;



Acara diawali oleh sambutan Kepala Pusat Teknologi Satelit, Mujtahid yang memperkenalkan para pejabat struktural Pusteksat. Mujtahid lalu menjelaskan keberhasilan LAPAN yang sudah meluncurkan tiga satelit dan manfaatnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat.

Dijelaskan Kapusteksat, terselenggaranya FGD ini sesuai dengan Rencana Induk Keantariksaan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017, serta untuk mencapai target sebagai “Penggerak Industri Penerbangan dan Antariksa Berbasis Litbang yang Unggul" dalam Rencana Strategi 2020-2024.



Kepala Program dan Fasilitas Pusteksat, Abdul Karim dalam pemaparannya menyampaikan beberapa poin rencana dalam pengembangan satelit komunikasi. “Satelit yang akan kita rancang adalah satelit micro dengan orbit LEO (Low Earth Orbit) yang akan melintasi khatulistiwa, dibutuhkan 9 satelit untuk dapat berkomunikasi secara real time di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Karim menjabarkan Perpres Nomor 45 Tahun 2017, Undang-Undang No 21 tahun 2013 tentang keantariksaan serta capaian Pusteksat hingga saat ini.

Acara FGD diakihri dengan sesi tanya jawab. Para peserta menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan agar satelit komunikasi ini bisa menjalankan misinya dalam mitigasi bencana. Beberapa stakeholder menyampaikan beberapa kebutuhan seperti sensor, komunikasi data, komunikasi suara dan lainnya secara real time. Hal-hal yang telah disampaikan kemudian ditanggapi oleh para peneliti dan perekayasa maupun para pejabat struktural Pusteksat.



Sebelum meninggalkan kantor Pusteksat yang terletak di Jalan Cagak Satelit No 8 KM 04, Rancabungur, Bogor, para peserta FGD diajak berkeliling melihat beberapa fasilitas, seperti ruang Assembly, Integration and Test (AIT) serta gedung Mission Control Center (MCC).


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL