Berita

Layanan Teknologi


PUSTEKSAT BERPARTISIPASI DALAM PERTEMUAN ASIAN MICRO-SATELLIT CONSORTIUM DI MANILA, FILIPINA
Penulis Berita : Bina Pratomo, Robertus Heru Triharjanto • Fotografer : Doni • 24 Mar 2018 • Dibaca : 908 x ,

Senin, 19 Maret 2018 dilaksanakan pertemuan Asian Micro-Satellit Consortium (AMC) di Manila, Filipina, yang diselenggarakan oleh Advance Science and Technology Institute (ASTI) Department of Science and Technology (DOST). Lembaga tersebut adalah kementerian riset dan teknologi Filipina, yang mensponsori penguasaan teknologi satelit di negara tersebut. AMC adalah sebuah gagasan yang di sponsori oleh kelompok akademik di Jepang (Hokaido University & Tohoku University) untuk mempertemukan pengembang satelit mikro di Asia. Pihak Indonesia (LAPAN & BPPT) secara resmi terlibat pada bulan Desember 2016, dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama pada forum APRSAF (Asia-Pacific Regional Space Agency Forum) di Manila.

Peserta pertemuan kali ini adalah dari Filipina (DOST, University of Philippines), Jepang (Tohoku Univeersity, Hokaido University), Vietnam (
Vietnam Academy of Space Technology), Mongolia (National University of Mongolia), Thailand (King Mongkut Institute of Technology), Malaysia (Multimedia University, University Putra Malaysia), Myanmar (Myanmar Maritime University), dan Indonesia (Pusteksat, LAPAN, dan TMC, BPPT).

Pusteksat berpartisipasi dalam pertemuan secara online (melalui video conference) yang dimulai pukul 13:00 waktu Manila atau 12:00 WIB dan berakhir pukul 15:15 WIB. Dalam pertemuan ini beberapa institusi mempresentasikan status perkembangan teknologi satelitnya. Tim Filipina menyampaikan mengenai operasi dari satelit mikro pertamanya, Diwata-1 dan pengembangan dari satelit mikro keduanya, Diwata-2, yang direncanakan akan diluncurkan akhir tahun ini. Tim Vietnam mempresentasikan pengembangan satelit mikronya, MikroDragon, yang juga akan diluncurkan pada akhir tahun ini dengan roket Epsilon. Tim Thailand menyampaikan tentang prodi pengolahan data inderaja, dimana salah satu project yang akan dilakukan adalah bekerja sama dengan Lincoln lab. MIT, untuk pengolahan data cuaca ekstrem yang akan diambil oleh konstelasi satelit piko, Tropics. Tim Mongolia menyampaikan bahwa mereka berpartisipasi pada program satelit piko bersama yang digagas oleh Kyushu Institute of Technology, untuk pembelajaran teknologi. 

Tim Indonesia menyampaikan tentang operasi LAPAN-A2/ORARI dan LAPAN-A3/IPB, serta pengembangan LAPAN-A4 dan LAPAN-A5/ChibaSat. Acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai kemungkinan untuk data sharing pada saat terjadi bencana. Belum ada kesimpulan mengenai topik ini, sehingga pihak Hokaido University mengusulkan akan ada pertemuan selanjutnya untuk membahas hal tersebut. Pihak LAPAN menyampaikan bahwa untuk citra LAPAN-A2 hanya tersedia untuk daerah dekat khatulistiwa dibawah garis lintang 7 derajat. Sementara untuk data LAPAN-A3/IPB telah tersedia portal di IPB dimana pihak yang memerlukan data bisa mengajukan aplikasi. Dari hasil pertemuan konsorsium ini didapatkan kesepakatan untuk mengadakan pertemuan lagi untuk membahas lebih dalam lagi bagaimana dan kapan suatu Negara yang tergabung dalam konsorsium dapat mengakses hasil data dari satelit satelit institusi yang tergabung didalamnya sehingga konsorsium ini dapat bermanfaat secara global. 

 





Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL