Berita

Layanan Teknologi


Partisipasi Pusteksat Dalam Workshop ASSI 2017
Penulis Berita : Tim Web Pusteksat • Fotografer : • 06 Jun 2017 • Dibaca : 201 x ,

Sejak tahun 2016, Asosiasi satelit Indonesia (ASSI) menyelenggarakan workshop satelit , dimana tahun ini dilaksanakan di Hotel Fairmont Senayan pada tanggal 18 mei 2017. Workshop ini juga diharapkan menjadi wadah komunikasi bagi penggiat satelit nasional maupun internasional. Pada workshop ini kembali Pusteksat berpartisipasi sebagai pembicara.

Acara Workshop yang terdiri dari tiga sesi ini dibuka oleh Ketua ASSI, Bapak Dani Indra Widjanarko. tema sesi pertama adalah satelit pertahanan, dimana pembicara pertamanya adalah Bapak Listyanto, Deputy General Managing Editor Equator Space, yang memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara kepualauan yang sangat luas memiliki kebutuhan yang sangat mendesak untuk mengisi kekosongan pertahanan negara dalam satelit militer. Pembicara kedua adalah Dr. Mardianis, Editorial Board bidang Space Policy & Regulation Equator Space, yang membahas regulasi satelit non-komunikasi suatu negara jika satelit tersebut digunakan untuk militer dan juga kegiatan keantariksaan lain. Pembicara ketiga adalah Bapak Kanana Hidayat, Editorial Board bidang Application Equator Space, menutup sesi pertama dengan menampilkan data kebutuhan satelit pertahanana Indonesia yang harus dipenuhi baik oleh satelit LEO, MEO dan GEO. 

Sesi kedua workshop ini bertemakan satelit untuk pemantauan, pada sesi ini juga terdapat tiga pembicara. Pembicara pertama adalah Bapak Freddy Pranajaya, Deputy Director, Innovation Space Flight Laboratory yang berbasis di Toronto, Kanada. Belaiu membuka sesi kedua dan memaparkan bagaimana universitas tempatnya bekerja membuat satelit-satelit ukuran mikro dan nano, yang dapat dipesan secara komersial dengan spesifikasi yang dapat disesuaikan dengan permintaan. Pembicara kedua adalah Bapak Arif Saifudin, perwakilan dari Pusteksat LAPAN, yang memaparkan tentang program satelit mikro yang telah dikembangkan dan diluncurkan. Disampaikan bahwa saat ini di fasilitas Pusteksat di Bogor tengah dioperasikan 2 satelit (LAPANA2/LAPAN-Orari dan LAPANA3/LAPAN-IPB) dan tengah dikembangkan satelit LAPAN-A4, yang direncanakan akan siap meluncur di akhir tahun 2019. Juga disampaikan mengenai konsep desain LAPAN-A5/Chiba-sat, yang membawa misi Sar (Synthetic Aperture Radar) experiment. Pembiaca ketiga adalah Prof. Dewayany Sutrisno, yang mewakili MAPIN (Masyarakat Penginderaan Jauh), membawakan materi tentang aplikasi satelit penginderaan jauh.

Gambar 1. Presentasi Pusteksat di sesi ke-2

Sesi ketiga menampilkan Surya University dengan proyek satelit nano Surya Satellit-1. Satelit yang dbangun diantaranya dengan bimbingan LAPAN dan ORARI tersebut membawa misi telekomunikasi berbasis text di kanal radio amatir (APRS). Tujuannya untuk memberikan bantuan telekomunikasi antar pulau di Indonesia. Proyek ini telah diinisiasi sejak bulan Januari 2016, dan saat ini sudah sampai pada tahap assembly. proyek satelit yang pendanaannya juga dilakukan secara crowd-funding tersebut via https://kitabisa.com/suryasatellite1 tersebut, direncanakan akan diluncurkan pada Desember 2017 via ISS ( International Space Station ) dan akan beroperasi secara penuh pada Februari 2018.

Gambar 2. Presentasi Surya University di sesi ke-3

Komunitas yang terbentuk di workshop ini telah menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dibidang persatelitan yang dapat mengembangkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan oleh Indonesia. 

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL