Berita

Layanan Teknologi


Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB Diluncurkan Hari Ini di India
Penulis : • Media : http://ipbmag.ipb.ac.id/ • 23 Jun 2016 • Dibaca : 2040 x ,

Setelah mengalami penundaan selama 12 hari, akhirnya pada hari ini, Rabu (22/6), generasi terbaru satelit eksperimen LAPAN-A3/LAPAN-IPB diluncurkan dari Bandar Antariksa Sriharikota, India. Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB ini diluncurkan menggunakan roket peluncur PSLV milik ISRO-India bersama-sama dengan 21 satelit lain yang berasal dari berbagai negara.

 Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB dikembangkan atas kerjasama LAPAN dan Institut Pertanian Bogor dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perancangan dan pembangunan satelit oleh bangsa Indonesia agar  mampu menguasai teknologi keantariksaan, baik untuk tujuan eksperimental maupun operasional. LAPAN bertanggung jawab dalam desain, perancangan, produksi, pengujian, peluncuran, sampai penerimaan data satelit. IPB bertanggung jawab dalam pengembangan algoritma, pemanfaatan, dan aplikasi data satelit.

 Menurut Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, desain, perancangan, produksi, dan pengujian LAPAN-A3/LAPAN-IPB dilakukan oleh ahli Indonesia dengan fasilitas di Indonesia. Produksi satelit memakai fasilitas yang ada di LAPAN dan pengujian  dengan fasilitas Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

 Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB memiliki fungsi utama melakukan pemantauan lahan pertanian pangan Indonesia melalui pencitra pushbroom 4 kanal multispektral (Red, Green, Blue dan Near-infrared) dengan resolusi 18 meter dengan lebar cakupan 108 km dan kamera visibel dengan resolusi tinggi (3.5 meter).

 Selain itu, seperti generasi satelit sebelumnya (LAPAN-A2/ORARI), satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB ini juga dilengkapi dengan teknologi Automatic Identification System (AIS) yang berfungsi memantau lalu lintas laut global. Bila LAPAN-A2 mengorbit bumi di sekitar khatulistiwa, LAPAN A3/LAPAN-IPB mengorbit bumi melintasi kutub utara dan kutub selatan bumi (orbit polar), sehingga akan melengkapi data pantauan lalu lintas kapal laut dari satelit. Adapun misi ilmiah satelit ialah mengukur medan magnet bumi.

 Dibandingkan dengan satelit eksperimen sebelumnya, LAPAN-A3/LAPAN-IPB ini berbobot 115 kilogram (kg) atau 39 kg lebih berat dari pada LAPAN-A2/ORARI. Penambahan berat ini penting dalam pembuatan satelit operasional pengamatan bumi berbobot  1.000 kg.

 Program pengembangan satelit ini membuktikan kemampuan sumberdaya manusia Indonesia dalam merancang bangun satelit berukuran mikro (microsatellite) dengan berat 100 kg. Pengembangan satelit ini juga merupakan upaya mewujudkan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian. Teknologi satelit akan mendukung akurasi data dalam perencanaan masa tanam lahan persawahan yang akan berimplikasi langsung pada peningkatan ketahanan pangan. Hal ini tentunya akan membantu pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan terkait pangan, misalnya terkait impor beras.

 Setelah peluncuran satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB ini, pada tanggal 25-26 Oktober 2016 di IPB akan digelar  simposium yang ke-3 dengan tema “The 3rd International Symposium on LAPAN-IPB Satellite, For Food Security and Environmental Monitoring 2016”.

 Simposium internasional ini akan fokus untuk meningkatkan penggunaan dari teknologi satelit di bidang pertanian, kehutanan, perubahan iklim, dan sumberdaya laut dalam hal ketahanan pangan . Ini akan terkait dengan estimasi lahan pertanian dan produktivitas sumberdaya laut serta sistem Monitoring, Pelaporan dan Verifikasi ( MRV ) dari program Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD). Selain itu, simposium ini untuk mempersiapkan dan melengkapi rantai

pengolahan data satelit lingkungan yang ada serta pemanfaatan LISat - data dari hulu ke hilir lokasi yang dipilih sesuai dengan studi fokus. Ruang lingkup simposium ini mencakup empat domain (bidang area) mendukung ketahanan pangan dan pemantauan lingkungan sebagai berikut: pertanian, kelautan dan perikanan, hutan dan iklim dalam hal penggunaan yang bermanfaat dari teknologi satelit.

 Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, berkesempatan “nonton bareng” peluncuran satelit bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir, Rektor IPB Prof.Dr. Herry Suhardiyanto dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Nonton bareng ini dilakukan sekira pukul 10:00 WIB sekaligus meresmikan pembukaan pengembangan sistem pemantauan maritim berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) penerbangan dan antariksa, di Pusat Teknologi Penerbangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di Jalan Raya Lapan Rumpin, Bogor.  Wakil Presiden menyampaikan dengan teknologi ini kita seharusnya bisa menghasilkan hasil yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah.(dh)


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL