Berita

Layanan Teknologi


Satelit Pemantau Alam Lapan-A3 Telan Biaya Rp60 Miliar
Penulis : Hani Nur Fajrina • Media : CNNIndonesia.com • 23 Jun 2016 • Dibaca : 1995 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia baru saja merayakan keberhasilan peluncuran satelit LAPAN-A3 dari Sriharikota, India, Rabu pagi (22/6) sekitar pukul 9.25 waktu setempat. Dari sisi pembuatan, Lapan-A3 memakan biaya lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, Lapan-A2.

Satelit A3 yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bisa dibilang sebagai suksesor dan melengkapi fungsi satelit A2 yang lebih dulu meluncur dari India ke antariksa pada September 2015.

Satelit A2 kala itu menelan biaya sebesar Rp55 miliar, sementara A3 butuh biaya Rp60 miliar.

“Anggaran tersebut dari APBN, namun karena ada campur tangan IPB juga, mereka berkontribusi dari sisi sensor pengembangan imager, tutur Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lapan saat ditemui awak media di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Rabu (22/6).

Thomas menambahkan, butuh waktu dua tahun bagi tim peneliti dan teknisi untuk mengembangkan satelit A3 ini.

Lihat juga:
Meluncur Hari Ini, Satelit Lapan-A3 Pantau 2,4 Juta Kapal

LAPAN-A3 dilengkapi oleh sensor imager beresolusi 16 meter yang mampu memetakan daerah pertanian. Ia mampu mengidentifikasi tutupan, penggunaan lahan, dan pemantauan lingkungan.

Analisis data yang mencakup soal padi dan kondisi agrikultur lainnya akan dikembangkan oleh pihak Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain berfungsi dalam pemetaan kondisi pertanian, satelit A3 juga akan bertugas dalam pemantauan maritim khususnya manuver kapal dan medan magnet Bumi sebagai tambahan sisi sains.

Roket PSLV-C34 Cartosat milik India memboyong 20 satelit sekaligus yang ukurannya kecil. Selain LAPAN-A3 dari Indonesia, 19 lainnya berasal dari Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat.

Lihat juga:
Mengenal Fungsi Satelit 'Rp 55 Miliar' Lapan-A2

Siaran live streaming dari India yang diselenggarakan di Pusat Teknologi Penerbangan Lapan di Bogor ini turut dihadiri oleh Duta Besar India untuk Indonesia serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Satelit A3 mengangkasa di orbit polar setinggi 500 kilometer. Satelit mikro ini hanya bisa mengorbit bagian Nusantara empat kali sehari, yakni dua kali sekitar pukul 9.00 pagi dan dua kali pada malam hari.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160622134058-199-140086/satelit-pemantau-alam-lapan-a3-telan-biaya-rp60-miliar/


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL