Berita

Layanan Teknologi


Surya University Jadi Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia yang Membuat Satelit Nano
Penulis Berita : Desy • Fotografer : edrbgr • 18 Mar 2019
Surya University menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang membuat satelit nano atau cubesat. Proyek ini merupakan  hasil kolaborasi Surya University dengan sejumlah pihak. 

Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sendiri memberikan asistensi berupa pembinaan dan bimbingan kepada tim Surya Satellite-1.

Proyek Surya Satellite-1 (SS-1) dimulai pada 2016 silam, diawali dengan Workshop Ground Station bersama Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). 

Pada tahun berikutnya proyek SS-1 memasuki tahap Sub-System Development. Tim SS-1 mulai membangun struktur dan sistem elektronik satelit serta pengembangan ground station.

Sementara tahap launch administrations dilakukan pada 2018. Dimulai dengan pendaftaran dan seleksi program KiboCube untuk peluncuran. SS-1 pun memasuki tahap deployment, subsistem komunikasi serta manufaktur model Pre-EM. Pada tahun yang sama Surya University juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Japan Aerosapce Exploration Agency atau JAXA. Mockup model satelit pun dirampungkan pada tahun yang sama dengan misi komunikasi amatir.

Tahap akhir pembangunan SS-1 dilakukan pada 2019, mulai dari finalisasi subsistem, produksi engineering model hingga uji komponen. Setelah tahap tersebut selesai, tim akan memproduksi flight model dan melakukan pengujian akhir. Rencananya Surya Satellite-1 akan diluncurkan pada akhir 2019.



Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin menilai proyek Surya Satellite-1 akan menjadi terobosan penting bagi pengembangan satelit di Indonesia. LAPAN sebagai lembaga keantariksaan sangat mendukung dan siap memberikan supervise hingga fasilitas untuk pengembanan satelit nano atau cubesat buatan Surya University.

“Surya Satellite-1 atau satelit cubesat pertama dari Surya University akan menjadi satelit pertama yang dibuat oleh universitas, khususnya oleh para mahasiswa dan nanti sangat diharapkan bisa terlintasi dan bisa diluncurkan berasama dengan fasilitas Kibo, fasilitas di International Space Station (ISS). Ini akan menjadi terobosan penting bagi pengembangan satelit di Indonesia,” ujarnya seperti dilansir Surya Satellite-1 Project Proposal beberapa waktu lalu. 

Menurut Thomas keberadaan SS-1 dapat mendorong minat masyarakat Indonesia untuk mengembangkan teknologi satelit nano, sehingga di masa yang akan datang satelit-satelit generasi berikutnya dapat diciptakan dan diluncurkan dengan fungsi yang lebih bervariatif. Selain itu, SS-1 juga dapat mendorong minat masyarakat untuk mengembangkan teknologi stasiun bumi, sehingga teknologi komunikasi dengan menggunakan satelit juga ikut berkembang. 

“Perkembangan ini sangatlah strategis dan cocok bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” tuturnya.

Proyek SS-1 juga mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Mekominfo), Rudiatara. Menurutnya keberadaan SS-1 telah membuktikan bahwa Indonesia sudah bisa mengembangkan teknologi satelit.

“Surya Satellite-1 merupakan karya anak bangsa, ini merupakan karya anak muda Indonesia yang bisa menunjukan bukan hanya kepada bangsa Indonesia, namun juga kepada dunia bahwa Indonesia bisa. Bahwa anak muda Indonesia dapat berkreasi dengan baik. Kominfo akan terus mendukung inisiatif satelit nano yang akan diluncurkan,” pungkasnya.




Others
Surya University Jadi Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia yang Membuat Satelit Nano
18 Mar 2019
Surya University menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang membuat satelit nano atau cubesat. Proyek ini merupakan  hasil kolaborasi Surya University dengan sejumlah pihak. Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) Lembaga…
Telkomsat Sambut Baik Wacana Satelit Komunikasi untuk Mitigasi Bencana
18 Mar 2019
Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) mendapat kunjungan dari PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), Senin 18 Maret 2019. Kunjungan ini merupakan tindaklanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang membahas “Identifikasi Kebutuhan Komunikasi…
Kapusteksat Berikan Motivasi untuk 185 CPNS LAPAN
15 Mar 2019
Kepala Pusat Teknologi Satelit, Mujtahid memberikan motivasi kepada 185 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Menurutnya masa depan LAPAN pada 20-30 tahun ke depan berada…
185 CPNS LAPAN Mengikuti Diklat Parameter Dirgantara 2019
11 Mar 2019
Sebanyak 185 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hasil seleksi tahun 2018 mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Parameter Dirgantara Tahun 2019 di Pusat Pengembangan dan…
Para Siswa PKL Presentasikan Hasil Kegiatan Selama di Pusteksat
10 Mar 2019
Para pelajar yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pusat Teknologi Satelit diwajibkan melakukan presentasi. Materi yang disampaikan berkenaan dengan kegiatan para siswa selama melakukan PKL.Pelaksanaan presentasi PKL tersebut digelar…
Identifikasi Kebutuhan Komunikasi Satelit, Pusteksat Gelar FGD
06 Mar 2019
Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas “Identifikasi Kebutuhan Komunikasi Satelit”. Acara tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Pusteksat, Rabu 6 Maret 2019. Diskusi ini bertujuan untuk…


Kontak kami :
LAPAN
Jl. Cagak Satelit KM 04 Rancabungur - Bogor Telp . 0251 8621667 Fax 0251-8623010


Flag Counter

© 2017 - PUSAT TEKNOLOGI SATELIT LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL