UJI TRANSPORTASI LAPAN-A2

Uji transportasi satelit LAPAN-A2 dilakukan dalam rangka membuat standard operation procedure (SOP) bagi transportasi satelit mikro LAPAN di dalam negeri. Transportasi ini dilakukan saat satelit akan melakukan uji-sistem di dalam negeri, dimana salah satunya adalah di laboratorium uji getar pada Sentra Teknologi Polimer (STP) BPPT. Uji-transportasi telah dilakukan pada tangal 13 Juli 2012, dengan menggunakan model struktur satelit LAPAN-A2. Model struktur satelit tersebut dipindahkan dari ruang AIT (asembly, integration & test) satelit di Pusat Teknologi Satelit, LAPAN di Rancabungur, Bogor ke laboratorium uji getar STP di Puspitek, Serpong, Tangerang.

Untuk menjaga kebersihan satelit, transportasi satelit keluar dari ruang AIT harus menggunakan container yang dirancang khusus. Selain kedap udara, container juga dilengkapi dengan shock damper, agar satelit tidak mengalami kerusakan jika terjadi goncangan di perjalanan. Uji trasnportasi satelit dilakukan dengan menggunakan container satelit sesungguhnya agar juga dapat mensimulasikan berat dan dimensi beban yang sesungguhnya (sekitar 300 kg). Transportasi menggunakan truk milik Pusat Teknologi Roket, LAPAN.


Model Stuktur LAPAN-A2 (dalam container ) keluar dari Ruang AIT dan memasuki truk Pustekroket

Karena satelit adalah investasi yang sangat mahal (dan proses kerjanya, dan jika harus dilakukan perbaikan misalnya, perlu waktu yang lama), sehingga prinsip penanganan (handling) satelit harus meminimalkan resiko menjadi sekecil mungkin. Untuk itu, proses handling harus dilakukan dengan alat bantu yang tepat, menciptakan koordinasi kerja yang baik untuk mencegah kesalahan manusia.

Mengingat jalan akses masuk dan keluar dari fasilitas Pusat Teknologi satelit LAPAN adalah jalan desa yang banyak berlubang, maka perjalanan dilakukan dengan sangat hati-hati. Saat memasuki jalan dengan kondisi baikpun kecepatan truk dibatasi untuk tidak melebihi 40 km/jam.


Model struktur LAPAN-A2 diturunkan dari truk dan dikeluarkan dari container di STP, BPPT

STP BPPT mempunyai loading room, dimana truk bisa masuk ke dalam gedung, dan penanganan selanjutnya dilakukan dengan forklift. Namun demikian karena akses ke laboratorium uii getar dan ukuran laboratorium relatif kecil, maka container dibuka di dalam loading room dan satelit selanjutnya dipindahkan dengan menggunakan trolley. Berhubung di laboratorium uji getar tidak ada crane, untuk itu digunakan mobile crane yang umumnya digunakan di bengkel otomotif (setelah dimodifikasi) untuk menjamin bahwa satelit bisa berpindah dengan aman dari trolley ke meja getar.

Model struktur LAPAN-A2 dipasang pada mesin uji getar vertikal

Dari uji transportasi dapat disimpulkan bahwa secara umum SOP yang direncanakan telah memenuhi kebutuhan dan mampu menjamin keselematan satelit selama transportasi. Namun demikian, pemindahan satelit dari Pusteksat ke Puspitek atau fasilitas uji lainnya hanya bisa dilakukan saat cuaca terang karena di Pusteksat tidak ada loading room (truk tidak bisa masuk kedalam gedung AIT). Selain itu, hujan akan membuat lubang-lubang yang ada di jalan tertutup sehingga sulit diantisipasi oleh pengemudi.

scroll back to top